You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasokan Listrik di Kembangan dan Sekitarnya Kembali Normal
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pasokan Listrik di Kembangan dan Sekitarnya Kembali Normal

Manajer Bidang Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PT PLN Persero Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Koesdianto mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemulihan pasca terbakarnya Interbus Transformer (IBT) di Kembangan, Jakarta Barat Rabu (2/9) kemarin.

Mudah-mudahan pasokan listrik ke wilayah padam akibat kebakaran kemarin khususnya di Kembangan dapat normal kembali

Pemulihan, kata Koesdianto, menggunakan pengalihan beban listrik ke Sub Sistem Balaraja-Lontar dan Muara Karang-Gandul. Hal itu dilakukan mengingat karakteristik beban di wilayah Jakarta dan Tangerang berbeda dengan daerah lain.

"Beban listrik di kedua wilayah itu lebih tinggi pada siang hari karena banyaknya aktivitas industri dan bisnis. Semoga pemulihan daerah yang terkena dampak padam dapat normal kembali," kata Koesdianto, kepada Beritajakarta.com, Kamis (3/9).

DKI Minta PLN Buatkan Gardu Khusus Rumah Pompa

Sebelumnya, kebakaran melanda gardu induk PLN Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (2/9) kemarin. Kebakaran itu telah menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta dan Tangerang mengalami pemadaman listrik.

"Mudah-mudahan pasokan listrik ke wilayah padam akibat kebakaran kemarin khususnya di Kembangan dapat normal kembali karena pada dini hari tadi (3/9) sekitar pukul 00.44 WIB sudah kami pulihkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1184 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1164 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye950 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye934 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye848 personBudhi Firmansyah Surapati